Sabtu, 16 September 2017

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus TUNAGRAHITA


Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus TUNAGRAHITA


A.    Peristilah Tenang Tunagrahita
Tuna berari merugi, grahita berarti fikiran, istilah lain dari tunagrahita adalah Lemah Fikiran (feeble-minded), Terbelakang Mental (mentally retarded), Pander (imbecile), Oligofrenia (oligophrenia), Mampu Didik (educable), Mampu Latih (trainable), Gangguan Intelektual, Defisiensi Mental, Mental Subnormal dll.
B.     Pengertan Tentang Anak Tunagrahita
Anak Tunagrahita adalah anak yang memiliki kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum dibawah rata-rata (sub avrage), yaitu IQ dibawah 70. Kelainan ini muncul sebelum usia 16 tahun, anak yang mengidap tunagrahita biasanya menunjukkan hambatan dalam erilaku adaptif.
C.     Jumlah Peyandang Tunagrahita
Anak Tunagrahita memiliki IQ 70 kebawah, jumlah penyandang tunagrahita 2,3% atau 1,92% anak usia sekolah menyandang tunagrahita. Jumlah penduduk Indonesia yang menyadang kelainan adalah 48.100.548 jiwa, jadi jika di htung 2% kali 48.100.548 adalah 962.011 orang penyanang tunagrahita.
D.    Klasifikasi Anak Tunagrahita
1.      Educable, anak penyandang tunagrahia pada kelompok ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak regular kelas 5 sekolah dasar.
2.      Trainable, anak penyandang tunagrahita kelompok ini empnyai kemampuan dalam mengurus dirinya sendiri, penyesuaian diri serta penyesuaian sosial. Namun sangat  terbatas kemampuanya untuk mendapat pendidikan secara akademik.
3.      Custodial, dengan pemberian latihan yang terus menerus da khsus dapat melatih anak tentang dasar-dasar cara menolong diri sendiri dan kemampuan yang bersifat komuikatif.
E.     Penyebab Tunagrahita
1.      Infeksi atau intoxinasi
2.      Gangguan metabolisme, pertumbuhan/gizi dan nutrisi
3.      Rudapaksa/sebab fisik lain
4.      Penyakit otak nyata kondisi (setelah lahir/post natal)
5.      Akibat penyakit atau pengaruh sebelum lahi (prenatal) yang tidak diketahui
6.      Gangguan waktu kehamilan (gestational disorder)
7.      Kelainan kromosom
8.      Gangguan pasca pskiatrik/gangguan jiwa berat
9.      Pengaruh lingkungan
10.  Kondisi-kondisi lain yang tidak tergolongkan
F.      Usaha Pencegahan Terjadinya Tunagrahita
1.      Diagnostik prenatal
2.      Imunisasi
3.      Tes darah
4.      Pemeliharaan kesehatan
5.      Sanitasi lingkungan
6.      Penyuluhan genetic
7.      Tindakan operasi
8.      Program keluarga berencana
9.      Intervensi diri
G.    Karakteristik Anak Tunagrahita
1.      Interaksi tidak wajar
2.      Perilaku yang tidak wajar
3.      Lamban dalam merespon sesuatu
4.      Kesulitan berbicara
5.      Cacat fisik dalam perkembangan gerak
6.      Kurang bisa merawat diri sendiri
7.      Kesulitan belajar hal-hal baru yang ada di sekitarnya
H.    Model Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Tunagrahita Dapat Diberikan Pada:
1.      Kelas Transisi
Kelas Transisi merupakan pelayanan pendidikan agi anak tunagrahita agar dapat berekola di sekolah reguler sesai ana seusianya dengan kurikulum yang sama namaundilakukan sedikit penyesuaian.
2.      Sekolah Khusus (Sekah Luar Biasa)
Sekolah luar biasa adalah sokolah khusus yang memang dibangun pemerintah untuk anak-anak berkebutuhan khusus termasuk tunagrahita.
3.      Pendikan Terpadu
Hampir mirip dengan kelas transisi namun yang membedakan adalah disini anak tunagrahita juga mendapat guru bimbingan dari sekolah reguler namun jika mendapat kesulitan maka didatangkan guru langsung dari SLB teredekat.
4.      Program Sekolah Dirumah
Program ini diperuntukan kepada anak tunagrahita yang tidak bisa mengikuti sekolah di sekolah umum dikarenan memiki keterbatasan khusus misal: sakit
5.      Pendidikan Inklusi
Layanan pendidikan inklusi diselenggarakan pada sekolah reguler, pada kelas ya sama dengan guru pembimbing yang sama pula.
6.      Panti Griya (Rehabilitasi)
Pantiini diperuntukan untuk anak penyandang tunagrahita tingkat berat yang memiliki keterbatasan ganda misal: Tunadaksa, Tunanetra dll.

I.       Masalah-Masalah Yang Dihadapi Anak Tunagrahita
Anak-anak tunagrahita memiliki perkembangan intelektual yang rendah, sehingga sering berakibat langsung pada dirinya, sehingga ia banyak mengalam kesulitan dalam hidupnya meliputi:
1.      Masalah belajar
2.      Masalah penyesuaian diri terhdap lingkungan
3.      Masalah gangguan bicara serta bahasa
4.      Masalah kepribadian

sumber: Buku Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus TUNAGRAHITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar